CATATAN

    
     
      Kini petani tak lagi ramah lingkungan, tak lagi hormat kepada Sang Bumi danPenciptanya. 6 ton padi dipanen per Ha per musim, hanya dibalas dengan 10karung urea yang tak ramah lingkungan, bukan diimbangi dengan sampah pasarorganik yang mengganggu di pemukiman dan pasar.

Mestinya bahan organik yang keluar dari sawah itu diimbangi dengan memasukkan bahan organik, tak usah sampai berton-ton per tahun, cukuplah ratusan kg, termasuk tidak membakar jerami. Sebab walaupun dengan membakar jerami tak ada yang keluar kesamping (horisontal seperti padi yang dipanen), tetapi keatas (vertikal) ada juga yang hilang menguap yaitu unsur nitrogen yang justru sangat dibutuhkan oleh tanaman itu. Sekecil apapun, setiap bahan organik selalu mengandung unsur nitrogen. Nah, disinilah kontroversilnya bangsa kita, disatu pihak membeli urea yang unsurnya adalah nitrogen – tetapi membuang-buang zat lemas itu setiap habis panen.3]

Maka lengkaplah horisontal-vertikal pengeluaran unsur dan bahan dari areal-pertanian, tanpa diimbangi dengan pemasukan bahan organik (daur-ulang).

Saatnya kita kembali ke kebijakan nenek-moyang secara historis spiralistik(Daur Ulang Sejarah), termasuk mendaur-ulang bahan organik bahkan apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari.4]

Sesungguhnya kehidupan dan ketidak-hidupan adalah fenomena DU, maka marilah kita menyuarakan motto “Tiada hari tanpa DU”. Martimbang !

Catatan

1] Pemasangan menara telkom dipuncak Martimbang dimulai sekitar tahun 1970-an

2] Mbah Marijanboleh dianggap sebagai 'korban-bakaran', persembahan komunitas manusia dilereng Merapi, yang telah diberi rezeki berupa nutrient tanaman dan materialbahan bangunan oleh Merapi.
Materialyang berguna bagi pertanian dan bangunan itu dimuntahkan oleh Merapi secararutin entah sejak kapan. Yang jelas masarkat setempat telah memanfaatkannyauntuk kesejahteraan materil dan spritual mereka. Senyawa-kimiafosfat, dls dimanfaatkan untuk kesuburan tanah pertanian dan material sepertibatu dan pasir dimanfaatkan untuk membangun rumah bahkan candi, arca,relief,dsb -- dari dulu sampai sekarang.

Mbah Marijantewas di rumahnya sendiri bersama beberapa orang ‘pengikut’nya pada 261010 olehsambaran awan-panas ratusan derajad Celcius. Sebagian lagi warga ditemukantewas di mesjid milik keluarga Mbah Marijan dan setelah dittal, jumlah korban olehsemburn awan panas Gunung Merapi itu ada 16 orang. Lelaki kelahiran tahun 1927ini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dalam posisi bersujud di rumahnya di dusunKinahrejo Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, berjarak 4,5 km dari Merapi.

MbahMaridjan telah menjadi juru-kunci  Merapiselama puluhan tahun, menggantikan posisi ayahnya. Almarhum diangkat langsungoleh Sultan HB IX, dengan nama baru Mas Penewu Suraksohargo.

3] Pengeluaran sehabis-panen :
- Horisontal: Padi
- Vertikal  : Nitrogen yang  menguap daalam pembakaran jerami, dsb
4] Daur Ulang selalu mengikuti lintasan spiral berdimensi-3, bukan mengikuti lintasan lingkaran berdimensi-2. Maka yang klasik adalah serupa tapi tak sama  dengan yang neoklasik. Klasik, men-DU sampah organik secara naluriah. Neoklasik men-DU segala jenis sampah secara ilmiah. Selain perbedaan metode DU-nya, jenis sampah yang di-DU juga berbeda. Dulu tidak dkenal sampah plastik dan sampah non-organik lainnya.  Dan kembali e kebijaka nenek-moyang itu sendiri adalah sebuah proses DU sejarah. Maka dalam ber-DU materi dalam pertanian yang ramah-lingkungan,  kita juga sekaligus ber-DU sejarah.

Dolok Martimbang tinggi kurang-lebih 1500 meter
Dolok Martimbang tinggi kurang-lebih 1500 meter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar